Pilih Melahirkan Normal atau Caesar ?

Google AdSense

Melahirkan yaitu suatu hal yang pasti akan dialami oleh setiap perempuan sehat dan normal yang ada di Global ini. Melahirkan menjadi Disorientasi satu bagian yang tak terpisahkan dari lingkaran kehidupan. Perempuan, sebagai manusia yang mempunyai kodrat untuk melahirkan, dikaruniai dengan bentuk tubuh dan struktur tubuh yang luar biasa. Struktur tubuh yang sudah siap untuk melalui proses melahirkan. Meskipun proses melahirkan tak pernah mudah. Akan selalu ada resiko-resiko saat seorang perempuan melalui proses persalinan.

Bahkan kematian Bisa menjadi ancaman. Dalam perkembangan medis, ada dua tips melahirkan yang populer di kalangan orang awam. Pertama yaitu melahirkan normal dan melahirkan caesar. Dalam artikel kali ini akan jelaskan mengenai melahirkan normal atau caesar, sebagai pertimbangan untuk ibu yang sedang menjalani proses kehamilan. Tentunya mengenai semua hal yang Herbi dengan proses melahirkan normal dan caesar,  kelebihan, kekurangan, langkah-langkahnya, hingga resiko dari masing-masing tips melahirkan ini.

Apa itu melahirkan Normal dan Caesar ?

Google AdSense
  • Melahirkan Normal

Dalam perkembangan medis, ada dua tips yang dengan cara Generik dikenal dalam proses melahirkan. Pertama jelas merupakan tips melahirkan normal. Dalam sejarahnya, kelahiran normal ini sudah terjadi bahkan mungkin sejak awal saat manusia diciptakan dan hawa melahirkan anak pertamanya. Hanya aja, tips dan kebersihan dari proses ini yang setelah itu berubah menjadi lebih higienis dan lebih bagus dari yang sebelumnya di karenakan terus ditemukan inovasi untuk menjaga proses kelahiran ini tetap aman untuk sang bayi dan ibunya. di zaman dahulu, banyak sekali kasus kematian di karenakan kelahiran normal, akan akan tetapi, dengan perkembangan teknologi medis, kematian saat melahirkan itu semakin lama semakin menipis.

  • Melahirkan Caesar

Selanjutnya yaitu proses melahirkan caesar. Bedah sesar atau disebut juga seksio sesarea merupakan proses melahirkan dengan tips pembedahan yang dilakukan di bagian bawah perut dari sang ibu atau laparatomi dan rahim untuk mengeluarkan sang bayi. Proses melahirkan dengan caesar ini biasanya dilakukan saat tak mungkin mengeluarkan sang bayi dari vagina sang ibu. Demi kepentingan keselamatan maka operasi caesar pun dilakukan. Istilah ini berasal dari beberapa etimologi.

Ada yang mengatakan bahwa istilah caesar berasal dari bahasa latin caedere yang berarti membedah. Lalu ada juga versi lain yang mengatakan bahwa istilah caesar ini muncul saat Disorientasi satu raja Romawi yang bernama Julius Caesar konon dilahirkan dengan tips ini. Dalam sejarah yang tercatat dan tak menjadi mitos mengenai caesar terjadi saat tahun 1316, Robert II dari Skotlandia dilahirkan dengan tips membedah perut ibunya. Akan akan tetapi waktu itu ibunya meninggal. Sementara itu menurut beberapa literatur yang lain, kelahiran caesar pertama yang sukses dan sang ibu selamat justru terjadi di tahun 1500 di Swiss.

Waktu itu, seorang pedagang babi wajib membedah istrinya setelah melalui proses kelahiran yang terlalu lama. di zaman dahulu, saat teknologi medis belum secanggih sekarang, tingkat kematian caesar mencapai 85%. Akan akan tetapi, seiring berkembangnya zaman konon katanya, kelahiran dengan caesar yaitu kelahiran yang paling aman.

Proses Kelahiran

Setelah Elaborasi singkat mengenai kesejarahan dari proses melahirkan normal dan caesar, kini kita akan mengulas mengenai langkah-langkah dalam menjalani proses kelahiran normal ataupun proses kelahiran caesar.

Proses Melahirkan Normal

di dasarnya, langkah-langkah dalam proses melahirkan normal di setiap ibu berbeda beda. Akan akan tetapi, ada tiga tahapan yang pasti akan dilalui oleh ibu hamil saat ia hendak melahirkan. Tahapan-tahapan tersebut yaitu :

Tahapan Pertama

di tahapan pertama ini, ada dua fase yang dialami oleh sang ibu. Fase awal dan fase aktif. Fase awal merupakan fase dimana sang ibu akan mendapatkan penipisan leher rahim dan leher rahim yang juga mulai terbuka. Dalam tahapan ini, sang ibu akan merasakan kontraksi ringan yang terjadi dengan cara teratur yakni biasanya setiap lima menit sekali dan berdurasi 30 hingga 0 detik tiap kontraksi. Seiring waktu berjalan, kontraksi itu akan menyebabkan leher rahim terbuka dan kalian Bisa melihat cairan lendir bercampur darah yang keluar dari vagina.

Fase awal ini berakhir saat leher rahim sudah mencapai empat centimeter. Akan akan tetapi, durasi fase awal ini tak pernah sama di tiap ibu yang hendak melahirkan. Ada beberapa yang mengatakan bahwa bila proses kelahiran kalian yaitu proses kelahiran pertama, maka membutuhkan waktu 6-12 jam. Hal ini tentunya berbeda, Bisa lebih lama atau lebih pendek.

Fase selanjutnya yaitu fase aktif. Fase ini yaitu fase dimana leher dari rahim sang ibu akan melebar lebih Genjah. Leher rahim mendapatkan proses pembukaan saat melahirkan, hingga mencapai 10 cm. Kontraksi yang terjadi pun lebih lama dan lebih sering. Dalam fase ini, akan mulai terasa sakit di karenakan kalian akan mulai merasakan kram di kaki, tekanan di punggung, dan juga rasa mual. bila belum terjadi, maka air ketuban kalian akan pecah. Biasanya dalam kelahiran pertama, fase ini Bisa terjadi antar 4-8 jam. Dan fase ini merupakan “alarm” untuk Genjah membawa sang ibu ke tempat persalinan.

Tahapan Kedua

Tahapan kedua yaitu tahapan yang terjadi di waktu melahirkan. Tahapan ini disebut juga dengan proses mendorong bayi keluar dari tubuh sang ibu. Di fase ini, semua tenaga wajib dikerahkan untuk Bisa membuat sang bayi keluar dari rahim ibunya. di tahapan ini tak muncul kontraksi seperti di tahapan berikutnya, jadi sang ibu Bisa mempunyai banyak waktu untuk menghadapi kontraksi yang muncul setelahnya.

di tahap ini, dengan cara perlahan-Tanah posisi bayi akan turun ke jalan lahir. Beberapa dokter menyarankan untuk tak mendorong bayi saat berada di tahap ini. Biarkan rasa ingin mendorong itu datang dengan cara alami. Selain itu, di tahap ini, sang ibu Bisa sedikit rileks dan tak stress. Lalu saat bayi sudah berada di pintu bawah panggul, maka ia akan mempunyai keinginan untuk mendorong sendiri dan sebaliknya, saat bayi belum hingga di pintu bawah panggul, maka kalian tak akan merasakan sensasi ingin mendorong.

Setelah itu, akan muncul tonjolan di jaringan di antara vagina dan anus. Tak lama setelah itu, kulit kepala bayi akan mulai terlihat. Ini yaitu moment pertama kalinya bayi menyentuh Global luar. Biasanya di masa ini, rasa sakit akan sangat jauh terasa. di bagian inilah sang ibu akan merasakan sakit yang luar biasa saat bayinya hendak keluar dari vaginanya.

Tahapan Ketiga

di tahap terakhir, kalian sudah Bisa melihat bayi kalian keluar dari rahim dan Bisa mengendong buah hati kalian yang sudah kalian kandung selama berbulan-bulan. Akan akan tetapi, masih ada fase yang wajib kalian lalui setelah bayi kalian keluar. Fase itu yaitu fase dimana kalian wajib menunggu supaya plasenta bayi juga Empati keluar. Fase itu biasanya terjadi sekitar 5-10 menit, meskipun ada juga yang lebih lama dari itu. di tahapan ini, kalian Bisa menjalankan IMD atau Inisiasi Menyusui Dini kepada buah hati kalian. IMD ini sangatlah bagus untuk kalian dan buah hati kalian.

Biasanya proses melahirkan ini terjadi sekitar 10 hingga 20 jam. Hal itu tergantung di individu masing-masing yang melalui proses melahirkan tersebut. biasanya proses akan menjadi lebih Genjah saat seorang ibu sudah pernah melahiran sebelumnya.

Proses Melahirkan Caesar

Selanjutnya yaitu proses melahirkan caesar. Proses melahirkan caesar ini yaitu proses yang tetap beresiko meskipun rasa sakitnya tak akan sesaki proses melahirkan dengan cara normal. Dalam proses melahirkan dengan cara caesar ini ada beberapa tahapan yang akan dilalui oleh seorang ibu sebelum ia melahirkan anaknya dengan tips caesar. Berikut yaitu tahapan-tahapan yang akan dilalui oleh sang ibu :

Pengecekan oleh dokter

Pengecekan oleh dokter yaitu tahapan dimana sang dokter akan memberi keterangan di kalian bahwa kalian akan di caesar. Sang dokter akan membagikan beberapa Elaborasi mengenai alasan kenapa kalian wajib melalui proses melahirkan caesar. Setelah kalian setuju dengan pengajuan dokter, maka kalian, suami atau pun wali wajib menanda tangani persetujuan prosedur operasi caesar.

Pendampingan Suami

di beberapa rumah sakit, kalian akan diperbolehkan untuk mengajak suami kalian untuk mendampingi kalian selama proses operasi. Akan akan tetapi, ada juga beberapa rumah sakit yang tak mengijinkan kalian ditemani oleh suami dengan alasan medis dan prosedur dari rumah sakit itu sendiri.

Bertemu dengan ahli anestesi

Tahapan selanjutnya yaitu kalian akan bertemu dengan ahli anestesi yang akan membagikan kalian obat bius sehingga kalian tak akan merasakan sakit saat proses operasi. Dalam proses ini, ada dua jenis anestesi yang diberikan oleh dokter, pertama yaitu anestesi Generik yang hanya dilakukan di kondisi Eksklusif aja dimana kalian akan tak sadarkan diri selama proses melahirkan hingga bayi kalian keluar. Lalu yang kedua yaitu anestesi Epidural. Anestesi epidural yaitu anestesi yang diberikan yang mampu memblok rasa sakit dari bagian tulang belakang sehingga kalian tak akan merasa sakit dari bagian perut ke bawah. Anestesi ini akan membuat kalian sadar selama proses melahirkan dan membuat kalian tahu bahwa bayi kalian sudah dilahirkan.

Proses membuka perut

Ini yaitu proses sayatan dimana di proses ini, cukup berbahaya untuk ibu hamil. Maka dari itu, sebelum menjalankan proses ini, banyak hal yang wajib dipersiapkan oleh tim dokter, mulai dari membagikan anestesi, menyiapkan cairan infus, memasang kateter, dan beberapa hal yang lain untuk membuat keadaan sang ibu menjadi aman. Baru setelah semua sudah dipersiapkan, sayatan pun akan Genjah dilaksanakan. Sayatan yang dilakukan yaitu pemotongan dengan cara horizontal di atas bagian bawah perut. di tahap ini, jaringan Futuristis rahim akan dipotong perlahan dan bertahap. Proses ini akan berlangsung hingga dokter mencapai bagian rahim.

Keluarnya bayi

Setelah dokter sudah sukses menyayat rahim, maka ia akan mengeluarkan bayi dari rahim sang ibu dan setelah itu memotong tali pusar lantas mengeluarkan plasenta dari rahim sang ibu. di akhir tahap ini sayatan tadi akan kembali di jahit oleh dokter. Penjahitan yang dilakukan pun tak sembarangan. Pertama yang dijahit yaitu bagian rahim dengan memakai benang yang Bisa larut dan berubah menjadi daging. Setelah itu baru menjahit bagian perut. bila proses ini lancar, maka kalian Bisa langsung masuk ke ruang pemulihan. Setelah dari ruang pemulihan, saat prosesnya lancar, maka kalian Bisa langsung masuk ke ruang perawatan.

Baca juga mengenai : hamil anak kedua setelah operasi caesar

Kelebihan dan Kekurangan

Proses persalinan bagus normal ataupun caesar mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Meskipun begitu, di intinya, persalinan dengan tips normal atau pun caesar mempunyai Asa yang bagus, yakni membuat ibu dan bayi selamat hingga proses persalinan selesai.  Berikut ini akan saya jelaskan dengan cara singkat mengenai beberapa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing proses persalinan.

Persalinan Normal

– Kelebihan

di proses melahirkan normal, ia mempunyai beberapa keuntungan yang tak didapatkan di proses persalinan caesar. Beberapa keuntungan tersebut antara lain;

  • Minim resiko, meskipun akan mendapatkan rasa mual dan sakit di saat melahirkan.
  • Merangsang kelenjar susu dan menghasilkan kolostrum yang bagus untuk bayi.
  • Bayi yang dilahirkan dari proses persalinan normal mempunyai resiko terserang asma lebih sedikit dibanding yang dilahirkan dengan proses caesar.
  • Biaya melahirkan normal lebih murah dibandingkan caesar.
  • Jarak aman kehamilan berikutnya tak dibatasi.
  • Para ibu mempunyai ikatan yang kuat dengan anaknya.
  • Para ibu menjadi lebih responsif dengan tangisan bayinya.
  • Proses pemulihan yang lebih Genjah.
  • Bayi lebih peka dan tertarik menjalankan tindakan pra menyusui.
  • Bayi lebih sehat.
  • Bayi mempunyai paru-paru yang lebih kuat.
  • Cairan laktobasilus yang dilewati bayi yang berada di vagina ibu, membuat sang bayi terhindar dari berbagai masalah pencernaan.

– Kekurangan

Proses melahirkan dengan cara normal juga mempunyai kekurangan yang tak Bisa dianggap remeh. Kekurangan dari proses melahirkan normal ini juga mesti dijadikan bahan pertimbangan saat hendak memilih apakah melahirkan dengan tips normal atau tak. Berikut beberapa kekurangan dari proses melahirkan normal;

  • Proses dari masing-masing ibu yang Bhineka dengan durasi yang Bhineka membuat ibu menjadi takut.
  • Proses melahirkan normal terasa sangat sakit.

Saya dengan cara pribadi kesulitan menemukan kekurangan dari proses melahirkan dengan cara normal. Entah kenapa, mungkin di karenakan proses melahirkan dengan cara normal memang merupakan kodrat seorang perempuan dan ciptaan dari tuhan dengan cara langsung, maka ia tak mempunyai kekurangan lain selain rasa takut akan rasa sakit tersebut. Meskipun setelah itu, ada beberapa kondisi yang setelah itu membuat sang ibu dianjurkan untuk menjalani proses persalinan tak dengan tips normal melainkan dengan tips caesar.

(Baca juga mengenai : tips supaya melahirkan normal tak sakitresiko melahirkan setelah caesarmata minus melahirkan normal – tips supaya persalinan normal tak sakit)

Persalinan Caesar

– Keuntungan

ads

(iklangoogle = window.iklangoogle || []).push();

Selanjutnya yang akan saya bahas yaitu mengenai keuntungan dari proses melahirkan dengan cara caesar. Proses melahirkan ini merupakan proses yang “ditemukan” oleh manusia guna meminimalisir resiko yang didapatkan saat menjalani proses melahirkan dengan cara normal. Berikut ada beberapa keuntungan dari proses melahirkan dengan cara caesar :

  • Memilih tanggal melahirkan. Dengan memakai tips caesar untuk melahirkan, ibu Bisa memilih tanggal kelahiran dari sang jabang bayi. Hal ini tentunya menggiurkan untuk sebagian orang di karenakan tanggal lahir bayinya akan sesuai dengan apa yang ia inginkan.
  • tak merusak organ intim kewanitaan. Tentu aja! di karenakan melahirkan dengan memakai proses caesar ini tak melalui organ kewanitaan di karenakan langsung dari perut bagian bawah.
  • tak sakit dan tak lelah. Dengan memakai anestesi yang diberikan oleh dokter, maka rasa sakit saat melahirkan tak akan terasa sama sekali. Hal ini membuat ibu-ibu yang takut dengan rasa sakit saat melahirkan memilih untuk melahirkan dengan tips caesar. Selain itu, melahirkan dengan memakai tips caesar ini tak akan membuat ibu lelah di karenakan ia tak wajib menjalankan usaha untuk mengeluarkan bayinya.

– Kekurangan

Proses melahirkan memakai tips caesar ini justru ternyata lebih beresiko di bayi dan ibu ketimbang proses melahirkan dengan cara normal. Berikut ini yaitu beberapa Elaborasi singkat mengenai beberapa resiko dan kekurangan dari proses melahirkan dengan cara caesar :

  • Bayi akan mendapatkan masalah pernafasan. di saat melahirkan dengan tips caesar, bayi Bisa terserang masalah pernafasan. masalah pernafasan yang paling sering terjadi di bayi yang melalui proses caesar yaitu Transient Tachypnea of the New Born atau TTNB. masalah ini terjadi di karenakan cairan yang memenuhi paru-paru bayi selama bayi berada di rahim tak terkompresi.
  • Rendahnya sistem kekebalan tubuh. Hal ini dikarenakan bayi langsung menjumpai Global luarnya tanpa ada perkenalan terlebih dahulu. Maka akan banyak kuman yang masuk ke dalam tubuh bayi. Sementara bila di proses kelahiran normal, saat bayi keluar dari jalan lahirnya, ia akan dengan cara instingtif beradaptasi dan masih terlindungi oleh cairan laktobasilus yang ada di ibunya.
  • Rentan Alergi. Hal ini terjadi di karenakan kondisi “kotor” yang terdapat di jalan lahir si bayi. Selain itu juga di karenakan tertundanya pemberian ASI juga menyebabkan bayi rentan terkena alergi.
  • Terpengaruh anestesi. Hal ini Bisa terjadi bila tim dokter tak menghitung dengan cermat porsi anestesi yang wajib diberikan di sang ibu sehingga tak akan mempengaruhi sang jabang bayi.
  • Minim peluang IMD. Inisiasi Menyusui Dini sangatlah penting bukan hanya dengan cara emosional, akan akan tetapi juga dengan cara kesehatan. Bayi yang dilahirkan caesar biasanya mesti melewati inkubasi selama beberapa waktu dan tak Bisa langsung bertemu dengan sang ibu dan menyusu di ibunya.

Selain beberapa kekurangan di operasi caesar ini, ada juga beberapa resiko dari operasi caesar yang harusnya menjadi pertimbangan untuk menjalankan caesar atau tak. Berikut merupakan beberapa resiko di operasi caesar yang mungkin terjadi di sang ibu;

  • Rasa sakit setelah operasi.
  • Infeksi di bekas luka operasi.
  • Pembekuan darah di paru-paru.
  • Dehidrasi banyak darah.
  • Imbas setelah anestesi yakni mual, muntah, dan sakit kepala.
  • Terbentuknya jaringan ikat atau adhesi.
  • Timbulnya bekas luka sayatan yang tak Bisa dihindari.
  • Cedera di saraf atau organ lain selama proses operasi.
  • Akan akan tetapi dewasa ini, resiko kematian jarang terjadi. Perbandingannya yaitu 2 banding 100.000 kasus caesar yang berakhir kematian.
  • Leher rahim yang terhalang di karenakan plasenta yang tumbuh dalam rahim.
  • Bekas jahitan robek di kehamilan berikutnya.

Demikian yaitu beberapa Elaborasi singkat mengenai hal-hal yang Herbi dengan persalinan dengan cara normal atau pun caesar. Keduanya mempunyai nilai positif dan negatifnya masing-masing. Maka dari itu, saat kalian, para ibu yang sedang hamil kebingungan memilih hendak melahirkan dengan metode apa, maka dengan membaca ini diharapkan kalian Bisa memilih mana yang terbaik untuk kalian dan calon jabang bayi kalian. Alangkah baiknya untuk selalu berkonsultasi di dokter dan juga suami kalian. di karenakan melahirkan yaitu masa yang tak Bisa dipandang remeh. Semoga bermanfaat!

Google AdSense