Fidyah untuk Ibu Hamil, Wajibkah?

Google AdSense

Fidyah untuk ibu hamil tentu sering menjadi pembahasan yang sering dibahas dalam islam. untuk orang yang beragama Islam, tentu tahu bila puasa di bulan ramadhan merupakan puasa yang wajib dilakukan. Namun bagaimana dengan mereka yang tak Bisa menjalankan puasa di karenakan ada halangan? bila demikian, maka orang yang tak menjalankan puasa di karenakan halangan, Bisa menggantinya dengan fidyah.

Syeikh’ Athiyah Saqar mengatakan bila seorang wanita yang tengah hamil ataupun menyusui bila mengkhawatirkan dirinya saat berpuasa dan mengkhawatirkan anaknya maka ibnu Umar, Ibnu Abas berpendapat bahwa wanita tersebut boleh tak menjalankan puasa dan hendaknya mengganti dengan fidyah serta tak wajib mengqadha’ puasanya.

Google AdSense

Disebutkan dalam alqur’an yakni di QS. Al Baqoroh ayat 184:

“ dan wajib untuk orang- orang yang berat menjalankannya (bila mereka tak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.”

Pembayaran fidyah di karenakan tak kuat berpuasa atau di karenakan Bisa berdampak di bayi yang tengah disusui merupakan suatu bentuk keringanan. Bukan hanya untuk ibu hamil melainkan juga untuk para orang yang telah renta.

Lantas siapa aja yang boleh menjalankan fidyah? Ada beberapa orang yang diperbolehkan mengganti puasa dengan fidyah yakni:

  • Orang yang sakit dan telah ditetapkan sulit untuk kembali sembuh sehingga mereka berpuasa akan menambah beban mereka.
  • Orang tua atau lemah yang tak kuat lagi menjalani puasa
  • Wanita hamil dan menyusui di karenakan dikhawatikan puasa akan memberi dampak buruk untuk bayi atau anak yang tengah disusui.
  • Orang yang menunda kewajiban mereka dalam mengqadha’ puasa ramadhan tanpa uzur syar’i hingga datang ramadhan berikutnya. Mereka yang demikian, wajib mengqadha sekaligus membayar fidyah (menurut sebagian ulama).

Perselisihan Ulama Mengenai Bayar Fidyah untuk Ibu Hamil Atau Qadha’ Puasa

Ada beberapa pendapat yang berbeda menurut sebagian ulama dan menurut imam Syafi’i untuk ibu yang hamil atau menyusui, selain wajib membayar fidyah, mereka juga diwajibkan untuk mengqadha’ puasanya. Sedangkan ulama lain berpendapat bila tak wajib membayar fidyah melainkan cukup mengqadha’ nya aja.

Berikut ini merupakan beberapa hal yang berkaitan dengan boleh atau tidaknya wanita hamil dan menyusui membayar fidyah :

  • Kondisi lemah. Bolehnya wanita hamil serta ibu yang tengah menyusui untuk tak berpuasa di bulan ramadhan hanya ditetapkan berdasarkan ijma’ dari para ulama. Kondisi wanita hamil disebut dalam alqur’an yaitu ‘wahnan ‘ala wahnin’ yang berarti lemah bertambah- tambah membuat para ulama memperbolehkan mereka untuk tak berpuasa. Apalagi bila kondisinya Bisa membahayakan janin yang berada di dalam rahim. (
  • Disparitas pendapat. di karenakan tak ditemukan adanya nash dari alquran ataupun hadist dari nabi SAW yang jelas, maka para ulama memperbolehkan wanita hamil serta ibu menyusui untuk tak berpuasa. Dalam masalah Qadha, para ulama menemui beda pendapat. Pendapat yang pertama mewajibkan menjalankan qadha’ tanpa membayar fidyah sementara pendapat ulama yang kedua, hanya wajib membayar fidyah tanpa wajib membayar qadha. Ketiga, para ulama berpendapat bila ibu hamil diharuskan membayar fidyah sekaligus mengqadha’ puasanya.

Besaran Fidyah Yang wajib Dibayar

Berikut adaah beberapa pendapat ulama mengenai besarnya fidyah yang wajib dibayarkan:

  • Satu mud gandum. Sebagian ulama seperti imam As-syafi’i serta imam malik menetapkan bila Dosis untuk membayar fidyah kepada Disorientasi satu dari mereka yang tergolong fakir miskin merupakan sebanyak satu mud gandum yang disesuaikan dengan ukuran mud nabi SAW. Mud dalam hal ini merupakan seukuran telapak tangan yang ditengadahkan ke atas untuk menampung Boga.
  • Setengah sha’ kurma. Sebagian ulama seperti halnya Abu Hanifah menyatakan bila dua mud gandum dengan ukuran mud Rasullulah setara dengan setengah sha’ kurma ataupun tepung. bila diumpamakan, ukuran tersebut sama dengan memberi makan siang dan makan kepada satu fakir miskin hingga dia merasa kenyang.
  • 2,75 liter. Dalam suatu kitab yakni kitab Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu yang ditulis oleh Dr. Wahbah Az Zuhaili di jilid pertama di halaman 143, disebutkan bahwa satu mud itu setara dengan 675 gram dan bila dihitung dalam ukuran liter, maka setara dengan 0,688 liter. Sedangkan untuk ukuran 1 sha’ setara dengan 4 mud dan bila ditimbang 1 sha’ itu beratnya berkisar 2.176 gram. bila diukur melalui volume maka 1 sha’ setara ukuran 2,75 liter.

tips Perhitungan Fidyah dan Pembayarannya

Membayar fidyah merupakan dengan disesuaikan di jumlah hari yang ditinggalkan saat berpuasa. bila satu hari seseorang meningggalkan puasa maka dia wajib membayar fidyah untuk 1 orang fakir miskin dimana besaran fidyah yang dikeluarkan telah ditetapkan dalam ajaran agama islam.

Untuk Aplikasi teknisnya sendiri, apakah mau dibayar per hari atau langsung sebulan, semua tergantung di keleluasaan dari masing- masing orang yang membayar fidyah. bila seseorang lebih suka membayar fidyah setiap harinya, maka silahkan dilakukan sementara untuk yang ingin membayar fidyah langsung selama 1 bulan, juga diperbolehkan. Hal yang wajib diingat merupakan tak boleh mengurangi Dosis yang akan diberikan di fakir miskin.

Fidyah diperbolehkan dilakukan bila wanita hamil tak Empati menjalani puasanya di karenakan ditakutkan memberi dampak buruk untuk janin atau bahkan bila ibu merasa khawatir bila janinnya akan meninggal. Padahal sudah jelas firman Allah yaitu:

“ dan janganlah kita membunuh anak- anak jamu” (QS. Al An’am : 151)

Fidyah Bisa dibayar di tiap harinya selama bulan bulan ramadhan atau untuk yang tak mampu, maka dia Bisa membayar fidyahnya setelah ramadhan usai. untuk kalian yang lebih suka membayar semua fidyah sekaligus, kalian Bisa mengakumulasikan fidyah kalian untuk setelah itu dibayarkan saat awal atau di akhir ramadhan.

Manfaat Membayar Fidyah

Berikut ini adaah manfaat membayarkan fidyah yang wajib diketahui oleh orang musim :

  1. Membantu Fakir Miskin

Ada banyak sekali manfaat yang Bisa diperoleh dari pembayaran fidyah dimana Disorientasi satunya merupakan membantu fakir miskin. Hingga saat ini masih banyak fakir miskin di sekitar kita yang bahkan untuk makan aja mereka merasa kekurangan. Membayar fidyah tentu akan meringankan beban mereka yang kekurangan. Selain itu membayar fidyah juga akan mendekatkan umat kepada Allah SWT.

  1. Membantu Keuangan Fakir dan Miskin

Fidyah biasanya dibayarkan dalam bentuk Boga inti dari negeri yang si pembayar tinggali. Namun dalam keadaan Eksklusif fidyah juga Bisa dibayarkan dalam bentuk uang. Fidyah yang dibayarkan dalam bentuk uang biasanya dipilih di karenakan si pembayar merasa kesulitan dalam mencari Boga inti atau mungkin di karenakan uang dirasa lebih bermanfaat diberikan untuk si fakir dibandingkan dengan memberi bahan inti Boga.

Itulah berbagai hal yang menyangkut fidyah untuk ibu hamil. Bukan hanya untuk ibu hamil, namun fidyah juga dibayar oleh mereka yang tak kuat menjalankan puasa di karenakan ada halangan seperti orang sakit, orang tua dan lemah. Fidyah merupakan Disorientasi stau bentuk keringanan untuk mereka yang tak kuat menjalani puasa. Wallahu a’lam bish-shawabi

Google AdSense